Setiap investor tentu harus memiliki keterampilan dalam management investasi ini. Hal tersebut wajib diketahui dan dipahami oleh setiap investor untuk mengoptimalkan nilai investasi yang dimilikinya. Kegiatan investasi dengan manajemen investasi yang baik dan tepat, tentu akan menghasilkan profit yang memuaskan pula. Selain itu, juga bisa mengurangi resiko kerugian yang dimiliki.

Keterampilan dalam manajemen investasi ini menjadi suatu keterampilan mutlak yang dimiliki oleh setiap investor. Namun, tidak banyak investor pemula yang memahami bahwa keterampilan tersebut wajib dimiliki. Sehingga, tak jarang terdapat banyak investor pemula yang mengalami kerugian. Disamping kurangnya pengalaman serta teknik yang tepat, buruknya manajemen investasi turut menjadi penyebabnya.

Mengenal Istilah Management Investasi

Seorang yang ahli dalam management investasi ini sering disebut sebagai manajer investasi. Biasanya manajer investasi ini banyak terdapat pada perusahaan yang hanya berfokus pada kegiatan investasi. Atau perusahaan tersebut sering dijuluki sebagai broker. Investasi yang biasanya dipegang oleh manajer investasi ini dapat berupa apa saja. Misalnya, investasi saham, cryptocurrency, trading, dsb.

Manajemen investasi tentu berkaitan erat dengan kegiatan investasi setiap orang, baik dari perusahaan maupun pihak perorangan. Setiap perusahaan besar biasanya memiliki seorang manajer investasi yang hanya berfokus pada kegiatan investasi perusahaan tersebut. Namun, sekarang dengan tren investor yang terus meningkat dan perkembangan teknologi membuat banyaknya broker investasi yang didalamnya dikelola oleh manajer investasi.

Pekerjaan Yang Dilakukan Oleh Manajer Investasi

Ada banyak hal yang harus dipahami oleh manajer investasi agar memiliki keterampilan management investasi yang baik. Pekerjaan yang dimiliki dan dilakukan oleh manajer investasi juga tidak mudah. Setiap manajer investasi harus memastikan bahwa investor tersebut tidak akan mengalami kerugian. Sehingga, manajer investasi berkewajiban untuk mengurangi atau memperkecil resiko kerugian dari sang investor.

Pekerjaan manajer investasi ini juga cukup banyak. Mulai dari pengelolaan portofolio, kinerja dari portofolio, dan memberikan saran bagi setiap investor yang dipegangnya. Biasanya untuk seorang manajer investasi tidak akan memegang investor lebih dari 30 investor. Hal ini bertujuan untuk kefokusan pengelolaan manajemen investasi tersebut.

Setiap manajer investasi harus mampu memutuskan tindakan yang akan diambil secara tepat agar investor memiliki profit atau keuntungan yang besar. Pengambilan keputusan yang diambil oleh manajer investasi ini tidak serta merta langsung dieksekusi. Melainkan akan didiskusikan dengan setiap investor yang bersangkutan juga.

Namun, terdapat juga investor yang menyetorkan nilai investasinya pada broker investasi dan mempercayakan sepenuhnya kepada manajer investasi. Dalam kasus ini biasanya seluruh keputusan dari kegiatan investasi ini akan dianalisis serta dieksekusi langsung oleh manajer investasinya. Sang investor pun tidak perlu bingung untuk melakukan analisis dan mempertimbangkan keputusan yang tepat akan nilai investasi yang dimiliki.

Cara Melakukan Management Investasi Dengan Benar

Bagi seorang investor yang ingin melakukan management investasi yang dimiliki secara mandiri, hal ini juga sangat diperbolehkan. Selain meningkatkan kemampuan dan pemahamannya di bidang investasi, hal ini juga cocok untuk investor yang kurang yakin dengan kinerja manajer investasi. Adapun cara melakukan manajemen investasi secara benar dan menguntungkan, antara lain :

1. Pahami Risk Tolerance

Maksud dari risk tolerance ini diartikan sebagai nilai resiko yang dapat diterima oleh setiap investor. Resiko kerugian tentu akan selalu menghantui oleh setiap kegiatan investasi. Hanya saja, seberapa besar investor mengetahui risk tolerance yang akan terjadi. Hal ini tentu harus diperhitungkan sejak awal melakukan kegiatan investasi.

Dengan memahami risk tolerance yang baik, maka investor akan memiliki tujuan yang jelas dan terarah. Sehingga, investor juga akan lebih mudah dalam mengambil keputusan jika terjadi sesuatu. Karena ia tahu kemana dan apa yang sedang dituju. Dengan pemahaman yang baik ini, tentu peluang keuntungan yang dimiliki juga semakin besar dan tinggi.

2. Diversifikasi

Arti dari diversifikasi ini yaitu kegiatan menanamkan modal kepada berbagai instrumen investasi. Bagi investor awal tentu akan merasa ragu dan bingung akan menanamkan modalnya pada investasi yang mana. Namun, investor tersebut tetap harus berani untuk melakukan penanaman modal di berbagai bidang investasi.

Memang benar, jika investor asal melakukan investasi maka resiko kerugian akan semakin besar. Namun, juga perlu diingat bahwa seluruh jenis investasi tidak akan ada yang memberikan jaminan keuntungan secara penuh 100%.

Setiap jenis dan bidang investasi tersebut tentu memiliki resiko kerugiannya sendiri. Setidaknya, jika terdapat satu bidang investasi yang rugi, masih terdapat bidang investasi lain yang masih memiliki peluang untuk untung.

3. Rebalancing Aset

Kegiatan dari rebalancing asset ini biasanya dilakukan setelah melakukan monitoring berkala pada instrumen investasi yang dipilih. Hal yang harus dilakukan saat rebalancing ini biasanya investor haru menyeimbangkan nilai investasi yang dimiliki agar tidak mencapai kerugian. Keputusan dan tindakan yang diambil dalam kegiatan ini tidak selalu sama, melainkan berbeda-beda tergantung dengan jenis dan permasalahan investasinya.

4. Pilih Target Aset

Menentukan target dari aset yang akan dicapai tentu sangat wajib untuk dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan tindakan yang akan diputuskan dalam kegiatan investasi tersebut. Selain itu, dengan menentukan target ini investor akan mulai melakukan dan memperkirakan strategi atau trik mana yang akan digunakan.

Dari adanya trik dan strategi yang dilakukan ini, tentu akan membuat peluang keuntungan yang juga semakin besar dan tinggi. Karena dengan adanya strategi ini, seluruh tindakan yang akan diambil telah selesai dianalisis resiko kerugian dan keuntungannya. Sehingga, hal ini akan membuat resiko kerugian yang semakin kecil dan sebaliknya peluang keuntungan yang semakin besar.

Itulah informasi seputar management investasi serta pekerjaan dari manajer investasi. Dengan ini diharapkan setiap investor dapat memiliki keterampilan manajemen investasi yang baik. Sehingga, akan memperkecil resiko kerugian yang dimiliki.

Lanjutkan Di Bawah ini

Unduh Disini